"TIMUR TENGAH SEMAKIN MENGKHAWATIRKAN: SERANGAN ISRAEL MENGGANAS DI GAZA - BEBERAPA PEMIMPIN HAMAS TERBUNUH"

label

Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |
Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |

iklan

iklan

"TIMUR TENGAH SEMAKIN MENGKHAWATIRKAN: SERANGAN ISRAEL MENGGANAS DI GAZA - BEBERAPA PEMIMPIN HAMAS TERBUNUH"

Senin

Sumber foto: unplash.com/Diana Khawaelid

Misindoglobalnews, Israel - Gaza, 25 Maret 2025 - Ketegangan di Gaza semakin meningkat setelah serangkaian serangan udara Israel yang menargetkan pemimpin-pemimpin senior Hamas. The Guardian melaporkan bahwa salah satu serangan terjadi di sebuah masjid saat mereka tengah beribadah, menewaskan beberapa tokoh penting Hamas, termasuk Salah al-Bardawil, anggota Biro Politik Hamas.

Selain itu, Reuters menyebutkan bahwa serangan udara di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, menewaskan Ismail Barhoum, yang baru saja diangkat sebagai Perdana Menteri Hamas. Serangan terhadap fasilitas sipil seperti rumah ibadah dan rumah sakit ini telah memicu kecaman dari berbagai pihak dan semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza.

Menurut data yang dikutip Reuters, jumlah korban tewas akibat konflik yang dimulai sejak Oktober 2023 telah melampaui 50.000 jiwa, dengan mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak. Sementara itu, Israel menyatakan bahwa serangan ini bertujuan untuk membebaskan sandera dan menghancurkan infrastruktur Hamas, sementara Hamas menuduh Israel melakukan serangan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil.

Di tengah eskalasi ini, The Guardian melaporkan bahwa Mesir telah mengajukan proposal gencatan senjata baru, yang mencakup pembebasan lima sandera Israel setiap minggu sebagai bagian dari kesepakatan bertahap. Namun, hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Israel terkait usulan tersebut.

Dengan meningkatnya korban jiwa dan semakin parahnya situasi kemanusiaan, komunitas internasional terus menyerukan langkah diplomatik guna menghentikan pertempuran dan mencari solusi damai yang berkelanjutan. (Bung Johan) 


Berita Terdahulu


Berita Populer