NGERI! GEMPA DAHSYAT 7,7 SR GUNCANG MYANMAR DAN THAILAND - GEDUNG-GEDUNG TINGGI ROBOH

label

Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |
Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |

iklan

iklan

NGERI! GEMPA DAHSYAT 7,7 SR GUNCANG MYANMAR DAN THAILAND - GEDUNG-GEDUNG TINGGI ROBOH

Jumat

Sumber foto:X.com/@geotechwar

MISINDOGLOBAL NEWS, Mandalay, Myanmar – Tragedi besar menimpa Asia Tenggara, sebuah gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter mengguncang Myanmar dan Thailand pada Jumat (28/3) pukul 13.20 waktu setempat, mengakibatkan kehancuran besar di berbagai daerah. Bencana ini menyebabkan banyak korban jiwa, merusak ratusan bangunan, dan memicu kepanikan. Getaran kuatnya bahkan terasa hingga India, Bangladesh, dan China.
Dilansir dari AP News, gempa ini mengakibatkan kerusakan serius di Mandalay dan Naypyidaw, merobohkan beberapa bangunan bersejarah, termasuk biara dan istana kerajaan. Beberapa jembatan runtuh, sementara jalan-jalan utama mengalami retakan yang menghambat evakuasi.
Pemerintah Myanmar telah menetapkan status darurat di enam wilayah terdampak, termasuk Mandalay dan Naypyidaw. Selain itu, rumah sakit melaporkan peningkatan kebutuhan donor darah, menunjukkan banyaknya korban luka yang memerlukan penanganan medis segera.
Sementara di Thailand, dampak gempa juga sangat signifikan. Berdasarkan laporan dari The Guardian, sebuah gedung pencakar langit 30 lantai yang masih dalam tahap konstruksi di Bangkok ambruk, menewaskan beberapa korban jiwa dan menjebak puluhan lainnya di bawah reruntuhan.
Gubernur Bangkok, Chadchart Sittipunt, dalam konferensi pers yang dikutip oleh The Guardian, menyatakan bahwa pemerintah telah menetapkan status darurat dan mengerahkan tim penyelamat ke lokasi bencana. "Kami akan melakukan segala upaya untuk menyelamatkan korban yang masih terperangkap di bawah puing-puing," katanya.
The Times of India mengatakan gempa ini juga dirasakan hingga Kolkata, India, serta beberapa wilayah di China dan Bangladesh. Dr. Anil Kumar, pejabat dari Departemen Meteorologi India, mengungkapkan bahwa guncangan berlangsung selama beberapa menit, membuat warga panik dan berhamburan keluar dari bangunan. "Kami terus memantau kemungkinan gempa susulan dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada," ujarnya.
Tim penyelamat terus berusaha mengevakuasi korban di Myanmar dan Thailand. Organisasi internasional, termasuk WHO, telah mengaktifkan sistem tanggap darurat mereka guna mendistribusikan bantuan medis dan logistik bagi para korban.
Direktur regional Palang Merah, Pierre Krähenbühl, menyampaikan bahwa akses ke lokasi terdampak menjadi tantangan besar. "Kami berusaha menjangkau daerah yang paling parah terkena dampak, tetapi infrastruktur yang rusak menyulitkan operasi penyelamatan," katanya kepada The Guardian.
Bencana ini menjadi pengingat akan tingginya risiko gempa di Asia Tenggara. Sementara jumlah korban masih dalam pendataan, dampak luas dari gempa ini telah dirasakan oleh ribuan orang di berbagai wilayah terdampak. (Bung Johan) 


Berita Terdahulu


Berita Populer