MISINDOGLOBALNEWS, INTERNASIONAL – 28 MARET 2025 – Beberapa media Israel, seperti N12, Times of Israel, dan Channel 12, melaporkan bahwa Israel tengah menjalankan skema pemindahan warga Palestina dari Jalur Gaza ke Indonesia. Dengan 100 warga Gaza diklaim direlokasi dalam tahap awal program ini untuk dijadikan pilot project.
Menurut Times of Israel, skenario ini disebut sebagai bagian dari kebijakan pascakonflik untuk memberikan warga Gaza peluang menetap di negara lain. Channel 12 Israel bahkan mengklaim bahwa mereka yang dipindahkan ke Indonesia akan bekerja di sektor konstruksi.
Hal ini menimbulkan spekulasi apakah ini benar-benar kebijakan nyata atau hanya sebatas wacana yang dilempar ke publik mengingat Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Di tengah simpang siur pemberitaan ini, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) membantah dengan tegas keterlibatan dalam rencana tersebut.
"Kami tegaskan bahwa Indonesia tidak pernah membahas atau menerima informasi mengenai pemindahan warga Gaza ke Indonesia," kata Juru Bicara Kemlu RI, Roy Soemirat. "Fokus utama Indonesia adalah mendorong gencatan senjata, mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan, dan mendukung rekonstruksi Gaza, bukan berpartisipasi dalam skema relokasi yang belum jelas asal-usulnya."
Selain persoalan diplomasi, hal ini juga menimbulkan pertanyaan dari segi ekonomi dan geopolitik. Mengapa warga Gaza justru direlokasi ke Indonesia yang jauh, sementara banyak negara Arab yang lebih dekat secara geografis dan budaya?
Ironisnya warga Indonesia justru berbondong-bondong mencari pekerjaan di luar negeri khususnya di negara-negara Arab sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI), terutama di sektor konstruksi dan perhotelan. Semoga saja pemerintah Indonesia tetap bijaksana dalam menyikapi isu tersebut agar tidak menjadi beban baru di masa depan.
Untuk diketahui selama ini memang Indonesia dikenal sebagai negara yang paling vokal mendukung Palestina dalam berbagai forum internasional. (Bung Johan)